Perjalanan 3 Hari untuk Mengobati Dua Gajah yang Terluka

Tim Perlindungan Gajah FKL (EPT) dan Tim Patroli CRU sedang melakukan patroli rutin di Kawasan Ekosistem Leuser, kabupaten Aceh Timur. Sementara pada patroli mereka pada tanggal 27 Juli, tim menemukan sekelompok gajah liar yang berkeliaran. Tim melanjutkan untuk mengikuti dan memantau gajah. Setelah beberapa saat, mereka mengamati bahwa 2 gajah sudah mulai bergerak perlahan dan terpisah dari kelompok utama. Tidak yakin apa yang terjadi, tim terus memantau dan bergerak sedikit lebih dekat untuk memeriksa apa yang terjadi pada gajah. Saat itulah mereka menyadari bahwa kaki gajah terinfeksi karena jerat masih utuh di kaki. Segera, mereka menghubungi anggota staf lain di kantor Regional 1 FKL di Langsa untuk membentuk tim rescue.

Keesokan paginya, tim yang terdiri dari FKL, Badan Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh), KPH 3 – Langsa berangkat untuk merawat gajah. Tim tiba di lokasi pada jam 1 siang, dan membentuk strategi untuk mencari dua gajah yang terus berjalan semalaman. Setelah dua jam mencari, tim menemukan salah satu gajah yang terluka. Dokter hewan segera memindahkan gajah dan melakukan perawatan kepada gajah. Tim tanggapan mulai dengan membersihkan dan mendisinfeksi luka, kemudian perlahan-lahan melepaskan jerat dari kaki gajah, dan akhirnya mengobati luka. Itu adalah perawatan yang sukses! Dokter hewan merasa bahwa gajah harus dapat kembali ke alam liar, tetapi perlu dipantau sementara waktu setelah bangun untuk memastikan sepenuhnya. Sekitar pukul 6 sore, efek obat penenang menghilang, dan gajah terbangun. Tim memantau pergerakan gajah untuk sementara waktu, gajah masih berjalan perlahan tapi pasti. Saat matahari terbenam, tim menepuk punggung mereka untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Mereka membuat keputusan untuk terus mencari gajah lainnya besok pagi.

Tim bangun di pagi hari, membagikan secangkir kopi sambil menyesap dan mendiskusikan rencana untuk mencari gajah yang terluka lainnya. Keputusan datang, dan mereka dibagi menjadi tiga kelompok untuk mencari daerah yang berbeda. Tim berangkat dan berjalan mencari tanda-tanda gajah di daerah tersebut. Pada pukul 11:00, salah satu tim menemukan keberadaan gajah. Gajah, terluka dan dehidrasi, diikuti oleh bayi gajahnya sekitar 7 bulan. Setelah menemukan gajah, dua tim lainnya dihubungi untuk melakukan perawatan. Prosedur yang mirip dengan perawatan kemarin, gajah ditenangkan sebelum perawatan dimulai. 4 jam kemudian setelah perawatan selesai, gajah terbangun, dan berjalan perlahan ketika tim terus memantau efek pasca perawatan potensial. Setelah pemantauan dan gajah bisa berjalan lebih jauh, tim memutuskan untuk bergerak

keluar dari area. Tim menuju ke tempat mereka berkemah malam sebelumnya untuk mengevaluasi upaya mereka selama dua hari terakhir. Insiden dua gajah yang terperangkap di daerah sekitar yang sama merupakan contoh ancaman perburuan liar yang tinggi. BKSDA, KPH-3 Langsa, Tim CRU, dan EPT FKL juga mengambil inisiatif untuk memprioritaskan patroli area selama beberapa minggu ke depan untuk memastikan keamanan area dari lebih banyak jerat serta keselamatan gajah yang baru saja dirawat. Tim CRU dan EPT FKL juga akan bersosialisasi kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jerat dan melapor kepada otoritas terkait jika mereka menemukan mereka.

Setelah 2 minggu kemudian gajah termonitor dengan kondisi kaki yang sudah membaik. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan pihak PT. Aloer Timur (Mopoli Grup) yang turut serta menyelamatkan dua individu gajah ini.  Dukungan para pihak dan donor sangat penting bagi konservasi gajah di Kawasan Ekosistem Leuser.

  • FKL membentuk 2 (dua) unit Elephant Protection Team (EPT) serta mendukung operasional  CRU Serbajadi untuk mengatasi konflik satwa di Aceh Timur dan mencegah perburuan gajah. Dengan jumlah yang sedikit ini telah memberikan konstribusi besar bagi penyelamatan gajah di Timur Laut Leuser. Pada tahun 2019 ini hanya 1 gajah yang terbunuh di wilayah ini, jauh berkrang dari sebelumnya 6 – 10 individu/tahun.
Elephant Protection Team (EPT) FKL menunjukkan jerat yang menangkap kaki gajah Sumatera setelah melakukan proses pemulihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.